Sunday, November 02, 2025

Kecil-Kecil Cabe Rawit! Siswi SPENSABA Menyabet Prestasi di Ajang Bergengsi!

 

    Siswi SMP N 1 Bebandem yang berasal dari Br. Dinas Tihingan Kauh, Kec. Bebandem, Kab. Karangasem , Prov. Bali atas nama Ni Kadek Ayu Sri Wahyuni berhasil meraih Runner Up 1 Putri Gempita Pramuka SMANSA-X tahun 2025. Lomba ini diselenggarakan oleh SMA N 1 Singaraja yang diikuti oleh peserta SMP se-Kwarda Bali.  

    Ni Kadek Ayu Sri Wahyuni yang sering disapa Sri merupakan siswi yang sedang menduduki bangku kelas IX B di SMP N 1 Bebandem. Ia dikenal dengan tubuhnya yang mungil dan jiwa pantang menyerah sehingga ia berani bersaing di ajang lomba Putra & Putri  GPS-X tahun 2025. Lomba ini terdiri dari 2 tahap seleksi, seleksi pertama berupa video profil diri yang mencari 5 pasang Putra & Putri GPS-X tahun 2025. Seleksi pertama Sri berhasil menduduki posisi sebagai finalis Putri nomor urut 2 dengan pasangan Putu Widya Parama Artha dari SMP N 5 Abiansemal.

    Sabtu, 04 Oktober 2025 – Dilaksanakan grand final finalis Putra & Putri GPS-X di SMA N 1 Singaraja. Pada tahap grand final seluruh finalis akan menampilkan pidato, problem solving dengan tema yang telah ditentukan, dan catwalk secara berpasangan dengan pasangan yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan persiapan yang matang, percaya diri, dan disiplin diri Sri mampu mempertahankan posisi sebelumnya sehingga dinobatkan sebagai Runner Up 1 Putri GPS-X tahun 2025.

   “Sebagai Pramuka, saya percaya bahwa SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN menjadikan generasi muda yang tangguh, peduli, serta siap berkarya untuk nusa dan bangsa.” ujar Sri dengan percaya diri. “Ini adalah pengalaman luar biasa yang saya dapatkan dan saya bangga bisa membawa nama Pangkalan SMP N 1 Bebandem serta Kwarcab Karangasem di tingkat Provinsi.” tambahnya.

    Dari sini dapat kita ketahui bahwa pramuka bukan hanya sekadar tepuk tangan dan bernyanyi tetapi Pramuka adalah sebuah organisasi untuk pemuda yang mendidik anggotanya dalam berbagai keterampilan, disiplin, percaya diri, dan saling tolong menolong. Pramuka, menyenangkan!  

Oleh: Ni Kadek Ayu Sri Wahyuni
(Siswa SMPN 1 Bebandem)

Thursday, October 30, 2025

Pramuka Hanya Nyanyi dan Tepuk Tangan, Benarkah?

 


        Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang berarti “Rakyat Muda yang Suka Berkarya”. Gerakan ini bertujuan membentuk watak, akhlak, dan budi pekerti luhur serta mengembangkan kecerdasan, keterampilan dan rasa cinta tanah air pada generasi muda.

        Dalam gerakan Pramuka karakter generasi muda dibentuk sebagaimana yang tertuang dalam kode kehormatan pramuka Tri Satya dan Dasa Darma yang menjadi pedoman bagi anggota pramuka. Tri Satya adalah janji yang berisi tiga poin kewajiban, sementara Dasa Darma adalah sepuluh butir pedoman moral yang berisi nilai-nilai luhur untuk dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

        Gerakan pramuka diartikan sebagai sebuah proses Pendidikan di luar lingkungan keluarga yang di dalamnya memiliki kegiatan menarik, terarah, serta teratur yang dilakukan di alam terbuka guna untuk membentuk watak, akhlak, serta budi pekerti luhur.

        Setiap anggota pramuka wajib mengerti dan juga memahami Dasa Darma Pramuka dengan menjalankan kewajiban isi yang ada di Dasa Darma, setiap anggota pramuka diyakini bisa menjadi manusia yang berakhlak mulia.

        Dasa Darma memuat pokok-pokok moral yang menjadi dasar setiap anggota pramuka dalam menjalankan tugasnya. Dengan mengamalkan Dasa Darma ini, anggota pramuka mampu menanamkan nilai-nilai luhur yang bermanfaat untuk kehidupan. Penanaman nilai luhur dari Dasa Darma pramuka harus ada dalam jiwa setiap anggota pramuka.

Adapun butir-butir Dasa Darma pramuka tersebut adalah sebagai berikut:

1.       Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.       Cinta alam dan kasih saying sesama manusia.

3.       Patriot yang sopan dan kesatria.

4.       Patuh dan suka bermusyawarah.

5.       Rela menolong dan tabah.

6.       Rajin, terampil, dan gembira.

7.       Hemat, cermat, dan bersahaja.

8.       Disiplin, berani, dan setia.

9.       Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

10.   Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

        Dengan menerapkan butir-butir Dasa Darma pramuka tersebut, karakter anggotanya akan terbentuk lebih baik karena pramuka melatih mental yang Tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab. Dalam kegiatan pramuka juga dilatih keterampilan social dan kolaborasi serta wawasan dan pengetahuan.

        Pramuka menjadi wadah penting untuk membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, dan menanamkan nilai-nilai luhur yang bermanfaat bagi kehidupan. Jadi nyanyi dan tepuk tangan hanyalah salah satu cara untuk menciptakan suasana yang ceria dan energik, bukan keseluruhan dari pendidikan kepramukaan itu sendiri.

        Nah, untuk tahu lebih banyak tentang pramuka mari ikuti kegiatannya bersama-sama.

 

                                                                                    Oleh     : Dewa Ayu Yuliari, S.Pd.,M.Pd.
                                                                                                             (Guru SMP Negeri 1 Bebandem)


Wednesday, October 29, 2025

Peran Ekstrakurikuler Kepramukaan dalam Meningkatkan Karakter Siswa SMP Negeri 1 Bebandem

 

Pendidikan merupakan elemen penting dalam membangun pondasi anak bangsa menuju Indonesia emas. Melalui proses pendidikan, para murid mampu meningkatkan kemampuan kognitif, memperoleh keterampilan, menumbuhkan potensi diri, dan akhirnya muncul sebagai individu yang bertanggung jawab, cerdas, dan inovatif.

Sehubungan dengan pembentukan daya manusia yang berkualitas, pemerintah Republik Indonesia mencurahkan perhatian yang signifikan terhadap sektor pendidikan dengan mengerahkan substansial untuk upaya meningkatkan standar pendidikan nasional. Menurut Pasal 3 UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan nasional dirancang menumbuhkan membentuk karakter, untuk kompetensi, dan mempromosikan peradaban bangsa, serta untuk memfasilitasi pengembangan potensi siswa. Tujuan menyeluruh dari pendidikan nasional diarahkan pada peningkatan karakter manusia, sehingga memastikan bahwa praktik pendidikan melampaui domain akademik untuk mencakup pendidikan membangun karakter murid.

Gerakan Pramuka Indonesia merupakan pendidikan nonformal yang memfasilitasi pendidikan kepramukaan di wilayah Indonesia. Istilah “Pramuka” adalah singkatan dari praja muda karana, menunjukkan pemuda yang memiliki kecenderungan kuat terhadap ketekunan. Kepramukaan meliputi budidaya nilai-nilai yang terkait dengan iman, karakter mulia, patriotisme, kepatuhan terhadap hukum, disiplin, promosi nilai nilai terhormat bangsa, dan kapasitas untuk hidup berdampingan, sebagaimana digambarkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang gerakan kepramukaan. Undang undang ini mengartikulasikan bahwa “Gerakan pramuka berfungsi sebagai dasar bagi gerakan pramuka, berfungsi sebagai instrumen untuk mewujudkan tujuan pramuka melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan dan orientasi pendidikan.” Selain itu, tujuan menyeluruh dari gerakan pramuka adalah untuk menumbuhkan dalam setiap pramuka persona yang ditandai dengan iman, kesalehan, perilaku mulia, semangat patriotisme, kepatuhan terhadap hukum, disiplin, komitmen untuk menegakkan nilai nilai mulia bangsa, dan kapasitas untuk melayani sebagai kader nasional dalam menjaga dan memajukan integritas Republik Indonesia, mewujudkan prinsip-prinsip Pancasila, dan menjaga lingkungan. Walaupun kegiatan ekstrakurikuler parmuka wajib sempat dihapus di era Mendikbudristek_Nadiem Makarim, namun melalui Permendikasmen No.13 Tahun 2025, pramuka kembali menjadi ekstrakurikuler wajib diajarkan di sekolah-sekolah.

Berdasarkan paying hukum di atas, jelas bahwa keterlibatan ekstrakurikuler pramuka memainkan peran penting dalam pengasuhan dan kemajuan karakter anak bangsa. Nilai-nilai pendidikan karakter yang diberikan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka mencakup 18 nilai yang berbeda; Namun, ciri-ciri karakter yang sebagian besar terwujud dalam kegiatan ini meliputi: keagamaan, keterlibatan demokratis, kejujuran, kreativitas, persahabatan/ komunikasi, cinta untuk perdamaian, patriotisme, dan toleransi (Elisa et al, 2019).

Kegiatan ekstrakurikuler pramuka difasilitasi dengan keterlibatan Pembina atau pelatih untuk memastikan pemahaman yang komprehensif tentang prinsip-prinsip pramuka, menyediakan tempat bagi siswa untuk belajar, terlibat dalam bermain, dan melatih kreativitas dan aktivitas. SMP Negeri 1 Bebandem telah melaksanakan kegiatan ini untuk membantu siswa dalam mewujudkan potensi, bakat, dan minat mereka di berbagai bidang, sehingga berkontribusi pada pengembangan karakter dan disiplin mereka.

Lalu, apa susungguhnya peran ekstra kurikuler kepramukaan dalam meningkatkan karakter siswa? Adapun peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam membentuk karakter siswa seperti berikut ini.

1)      Ekstrakurikuler kepramukaan sebagai medium untuk menginternalisasi nilai nilai moral dan spiritual yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, kepramukaan mengajarkan peserta didik untuk memiliki iman dan taqwa, hal ini dapat dilihat oleh pembina dari kebiasaan anggota pramuka yang didukung oleh pembina seperti berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, mengikuti sembahyang bersama di sekolah.

2)      Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, Cinta alam dapat dipahami sebagai sikap bertanggung terhadap lingkungan hidup. Dalam konteks ini, pendidikan lingkungan yang mengajarkan pentingnya menjaga dan melestarikan alam sangat diperlukan. Sikap hormat terhadap alam, tanggung jawab, dan solidaritas menjadi prinsip penting dalam menciptakan kesadaran lingkungan. Anggota pramuka terlatih mencintai lingkungan dan memeiliki kasih sayang didukung oleh pembina yang selalu mengarahkan anggota pramuka seperti membuang sampah pada tempatnya, ikut memelihara tanaman di sekolah, menanam pohon dan turut membersikan wc sekolah, serta kasih sayang sesama manusia dalam kepramukaan terlihat dalam bagaimana anggota pramuka saling mendukung dan membantu satu sama lain.

3)      Murid SMP Negeri 1 Bebandem dididik dan menerapkan prinsip menghargai sesama, orang yang lebih tua. Anggota pramuka saling mengormati sesama anggota, misalnya dengan sebutan kakak, saling membantu ketika ada kegiatan untuk menkankan sikap sopan dan kesatria/berani dan didukung juga dengan Pembina. Mereka juga didik menguji keberanian dan mengasah rasa cinta tanah air dan sejarah perjuangan bangsa.

4)      Anggota pramuka selalu waspada dan siap hadir untuk melanjutkan kegiatan dengan semangat, menunjukkan ketabahan dalam menghadapi rintangan. Misalnya pembina selalu mengajarkan untuk menolong teman yang sedang kesusahan dalam mendirikan tenda saat acara perkemahan.

5)      Rajin terampil dan gembira, yaitu anggota pramuka saling tolong menolong dan sabar dalam menghadapi masalah serta rajin dan kreatif dalam berkarya hal ini didukung oleh pembina yang mengajarkan agar bisa dan mampu hidup mandiri.

6)      Implementasi nilai dasa darma ketujuh yang berbunyi “hemat, cermat dan bersahaja. Mereka diajarkan bagaimana cara mengelola uang, kemudian bagaimana uang memanfaatkan sesuai kebutuhan.

7)      Sikap disiplin berani dan setia selalu diajarkan pada anggota pramuka untuk, menghadapi tantangan.

8)      Nilai penerapan dasa darma kesembilan “bertanggung jawab dan dapat dipercaya.” Hal ini berkaitan dengan kesempatan di mana mereka mempertanggungjawabkan setiap perkataan, tindakan dan sikapnya. Anggota pramuka dibiasakan untuk memanfaatkan segala sesuatu yang ada di alam sekitarnya. Mulai dari menyiapkan makanan, misalnya ketika kegiatan hiking mereka menemukan air bersih, maka mereka memanfaatkan air tersebut untuk minum, dan menemukan buah buahan dan sayur-sayuran mereka bisa mengolah makanan tersebut yang dibantu dengan kayu api. Tanggung jawab anggota pramuka tidak hanya berpengaruh pada diri sendiri, tetapi juga pada kelompok. Misalnya saat ditunjuk untuk memimpin barisan maka siswa dengan siap siaga mengiyakannya.

Jadi, kegiatan ekstra kepramukaan ini sangat berperan penting dalam membentuk nilai-nilai karakter anggotanya. Fungsi ekstrakurikuler kepramukaan memainkan peran yang sangat berpengaruh dalam peningkatan karakter siswa. Upaya kepramuka memberikan nilai-nilai karakter penting, termasuk disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan kesadaran sosial di antara anggotanya. Melalui kegiatan, siswa tidak banyak hanya mengembangkan kompetensi praktis tetapi juga menjalani kultivasi karakter yang lebih tangguh, yang kemudian mempengaruhi sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kemajuan pengembangan karakter, mereka diharapkan berkembang menjadi individu yang lebih baik dan memberikan kontribusi yang konstruktif kepada masyarakat. Akibatnya, pramuka ekstrakurikuler dapat berfungsi sebagai mekanisme yang sangat efektif dalam pembentukan karakter dan mentalitas generasi muda yang kompeten.

Penulis, I Wayan Kerti (guru SMP Negeri 1 Bebandem)

Regu Pramuka SMP Negeri 1 Bebandem Meraih juara umum WEST (Widyaloka Elite Scout Tournament) VII SMAN 2 Amlapura

     


      Regu putri SMPN 1 Bebandem, Karangasem dan regu putra SMPN 1 Kubu, dinobatkan sebagai juara umum WEST (Widyaloka Elite Scout Tournament) VII SMAN 2 Amlapura. Keduanya berhak atas piala bergilir Kakwarda Bali.

     Dua tim ini meraih juara setelah mengumpulkan skor tertinggi dengan mengikuti tiga nomor final. Ketua Pusdiklatcab (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Cabang)  Kwartir Cabang Karangasem Made Agung Ariyasa, mewakili Kakwarda Bali menyerahkan piala di Aula SMAN 2 Amlapura, Jalan Untung Surapati Amlapura, Senin (16/12).

    Regu SMPN 1 Bebandem berhak atas piala bergilir setelah menangkan juara II lomba creative skill putri, juara II lomba tangkas, dan juara III lomba cerdas putri.

      Regu SMPN 1 Bebandem menyingkirkan juara bertahan regu SMPN 1 Kubu. "Saya cukup lama mempersiapkan diri, makanya anak-anak tampil optimal, sehingga bisa menang," jelas Kamabigus (Ketua Majelis Pembimbing Gugus) SMPN 1 Bebandem  Dr Ni Wayan Parwati.

    Regu SMPN 1 Bebandem di bawah pembina Dewa Ayu Juliari dan Ni Made Dwi Ari Purnami. Sebelum berlomba sempat menggelar seleksi untuk menentukan anggota terbaik yang siap secara fisik, mental dan juga semangat juang berlomba.

    Regu putri SMPN 1 Bebandem diperkuat, Ida Ayu Iswari Mahayani kelas IX/D, Ni Putu Indah Sesayanti kelas IX/D dan Ni Wayan Candra Armiasih Sudarsana kelas IX/E.

     Di bagian putra, regu SMPN 1 Bebandem juara umum 3, berkat gelar juara I lomba creative skill dan juara III lomba tangkas. Regu putra diperkuat, I Ketut Surya Desta kelas IX/F, I Kadek Adit Adriawan kelas VIII/A dan I Gede Aditya Setiawan Putra kelas IX/D.

     "Ini awal yang baik, untuk memotivasi agar mampu mempertahankan gelar itu tahun depan," tambahnya.

      Sedangkan regu putra SMPN 1 Kubu A, dinobatkan sebagai juara setelah mengungguli regu SMPN 2 Amlapura dan regu SMPN 1 Kubu B. Regu SMPN 1 Kubu A mengandalkan, I Komang Trinata Adi Saputra, I Nyoman Dewangga Adi Suarnatha dan I Made Panesa Kardiasa Putra.

        Gelar juara itu dimenangkan setelah menjuarai lomba cerdas, juara III lomba tangkas. Di bagian lain, Kamabigus SMPN 2 Abang, I Wayan Sarya tetap merasa bangga, walau anak didiknya meraih posisi juara umum 3 putri. Gelar itu dimenangkan setelah menjuarai lomba tangkas.

     "Memenangkan lomba tangkas putri, juga merupakan kebanggaan bagi kami, untuk memotivasi adik-adik kelasnya, agar prestasi berkelanjutan," jelas Sarya.

        Lomba itu sendiri diikuti 42 tim (18 tim putra dan 24 tim putri) berasal dari 5 kabupaten se-Bali. Tiga nomor yang dilombakan, tangkas, cerdas dan kreatif skill. Ada lima kabupaten yang ambil bagian, Karangasem, Buleleng, Badung, Tabanan, dan Bangli.

                                                                                                    (Sumber : Nusabali.com)

Kecil-Kecil Cabe Rawit! Siswi SPENSABA Menyabet Prestasi di Ajang Bergengsi!

       Siswi SMP N 1 Bebandem yang berasal dari Br. Dinas Tihingan Kauh, Kec. Bebandem, Kab. Karangasem , Prov. Bali atas nama Ni Kadek ...