
Pendidikan merupakan elemen penting
dalam membangun pondasi anak bangsa menuju Indonesia emas. Melalui proses
pendidikan, para murid mampu meningkatkan kemampuan kognitif, memperoleh
keterampilan, menumbuhkan potensi diri, dan akhirnya muncul sebagai individu
yang bertanggung jawab, cerdas, dan inovatif.
Sehubungan dengan pembentukan daya
manusia yang berkualitas, pemerintah Republik Indonesia mencurahkan perhatian
yang signifikan terhadap sektor pendidikan dengan mengerahkan substansial untuk
upaya meningkatkan standar pendidikan nasional. Menurut Pasal 3 UU Sistem
Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan nasional dirancang
menumbuhkan membentuk karakter, untuk kompetensi, dan mempromosikan peradaban
bangsa, serta untuk memfasilitasi pengembangan potensi siswa. Tujuan menyeluruh
dari pendidikan nasional diarahkan pada peningkatan karakter manusia, sehingga
memastikan bahwa praktik pendidikan melampaui domain akademik untuk mencakup
pendidikan membangun karakter murid.
Gerakan Pramuka Indonesia merupakan
pendidikan nonformal yang memfasilitasi pendidikan kepramukaan di wilayah
Indonesia. Istilah “Pramuka” adalah singkatan dari praja muda karana,
menunjukkan pemuda yang memiliki kecenderungan kuat terhadap ketekunan. Kepramukaan
meliputi budidaya nilai-nilai yang terkait dengan iman, karakter mulia,
patriotisme, kepatuhan terhadap hukum, disiplin, promosi nilai nilai terhormat
bangsa, dan kapasitas untuk hidup berdampingan, sebagaimana digambarkan dalam
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang gerakan
kepramukaan. Undang undang ini mengartikulasikan bahwa “Gerakan pramuka
berfungsi sebagai dasar bagi gerakan pramuka, berfungsi sebagai instrumen untuk
mewujudkan tujuan pramuka melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan, serta
pengembangan dan orientasi pendidikan.” Selain itu, tujuan menyeluruh dari
gerakan pramuka adalah untuk menumbuhkan dalam setiap pramuka persona yang
ditandai dengan iman, kesalehan, perilaku mulia, semangat patriotisme,
kepatuhan terhadap hukum, disiplin, komitmen untuk menegakkan nilai nilai mulia
bangsa, dan kapasitas untuk melayani sebagai kader nasional dalam menjaga dan
memajukan integritas Republik Indonesia, mewujudkan prinsip-prinsip Pancasila,
dan menjaga lingkungan. Walaupun kegiatan ekstrakurikuler parmuka wajib sempat
dihapus di era Mendikbudristek_Nadiem Makarim, namun melalui Permendikasmen No.13 Tahun 2025, pramuka kembali menjadi ekstrakurikuler
wajib diajarkan di sekolah-sekolah.
Berdasarkan paying hukum di atas,
jelas bahwa keterlibatan ekstrakurikuler pramuka memainkan peran penting dalam
pengasuhan dan kemajuan karakter anak bangsa. Nilai-nilai pendidikan karakter
yang diberikan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka mencakup 18 nilai yang
berbeda; Namun, ciri-ciri karakter yang sebagian besar terwujud dalam kegiatan
ini meliputi: keagamaan, keterlibatan demokratis, kejujuran, kreativitas,
persahabatan/ komunikasi, cinta untuk perdamaian, patriotisme, dan toleransi
(Elisa et al, 2019).
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka
difasilitasi dengan keterlibatan Pembina atau pelatih untuk memastikan
pemahaman yang komprehensif tentang prinsip-prinsip pramuka, menyediakan tempat
bagi siswa untuk belajar, terlibat dalam bermain, dan melatih kreativitas dan
aktivitas. SMP Negeri 1 Bebandem telah melaksanakan kegiatan ini untuk membantu
siswa dalam mewujudkan potensi, bakat, dan minat mereka di berbagai bidang,
sehingga berkontribusi pada pengembangan karakter dan disiplin mereka.
Lalu, apa susungguhnya peran ekstra
kurikuler kepramukaan dalam meningkatkan karakter siswa? Adapun peran
ekstrakurikuler kepramukaan dalam membentuk karakter siswa seperti berikut ini.
1)
Ekstrakurikuler
kepramukaan sebagai medium untuk menginternalisasi nilai nilai moral dan
spiritual yang esensial dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini,
kepramukaan mengajarkan peserta didik untuk memiliki iman dan taqwa, hal ini
dapat dilihat oleh pembina dari kebiasaan anggota pramuka yang didukung oleh
pembina seperti berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, mengikuti sembahyang
bersama di sekolah.
2)
Cinta
alam dan kasih sayang sesama manusia, Cinta alam dapat dipahami sebagai sikap
bertanggung terhadap lingkungan hidup. Dalam konteks ini, pendidikan lingkungan
yang mengajarkan pentingnya menjaga dan melestarikan alam sangat diperlukan. Sikap
hormat terhadap alam, tanggung jawab, dan solidaritas menjadi prinsip penting
dalam menciptakan kesadaran lingkungan. Anggota pramuka terlatih mencintai
lingkungan dan memeiliki kasih sayang didukung oleh pembina yang selalu
mengarahkan anggota pramuka seperti membuang sampah pada tempatnya, ikut
memelihara tanaman di sekolah, menanam pohon dan turut membersikan wc sekolah,
serta kasih sayang sesama manusia dalam kepramukaan terlihat dalam bagaimana
anggota pramuka saling mendukung dan membantu satu sama lain.
3)
Murid
SMP Negeri 1 Bebandem dididik dan menerapkan prinsip menghargai sesama, orang
yang lebih tua. Anggota pramuka saling mengormati sesama anggota, misalnya
dengan sebutan kakak, saling membantu ketika ada kegiatan untuk menkankan sikap
sopan dan kesatria/berani dan didukung juga dengan Pembina. Mereka juga didik menguji
keberanian dan mengasah rasa cinta tanah air dan sejarah perjuangan bangsa.
4)
Anggota
pramuka selalu waspada dan siap hadir untuk melanjutkan kegiatan dengan
semangat, menunjukkan ketabahan dalam menghadapi rintangan. Misalnya pembina
selalu mengajarkan untuk menolong teman yang sedang kesusahan dalam mendirikan
tenda saat acara perkemahan.
5)
Rajin
terampil dan gembira, yaitu anggota pramuka saling tolong menolong dan sabar
dalam menghadapi masalah serta rajin dan kreatif dalam berkarya hal ini
didukung oleh pembina yang mengajarkan agar bisa dan mampu hidup mandiri.
6)
Implementasi
nilai dasa darma ketujuh yang berbunyi “hemat, cermat dan bersahaja. Mereka
diajarkan bagaimana cara mengelola uang, kemudian bagaimana uang memanfaatkan
sesuai kebutuhan.
7)
Sikap
disiplin berani dan setia selalu diajarkan pada anggota pramuka untuk,
menghadapi tantangan.
8)
Nilai
penerapan dasa darma kesembilan “bertanggung jawab dan dapat dipercaya.” Hal
ini berkaitan dengan kesempatan di mana mereka mempertanggungjawabkan setiap perkataan,
tindakan dan sikapnya. Anggota pramuka dibiasakan untuk memanfaatkan segala
sesuatu yang ada di alam sekitarnya. Mulai dari menyiapkan makanan, misalnya
ketika kegiatan hiking mereka menemukan air bersih, maka mereka memanfaatkan
air tersebut untuk minum, dan menemukan buah buahan dan sayur-sayuran mereka
bisa mengolah makanan tersebut yang dibantu dengan kayu api. Tanggung jawab
anggota pramuka tidak hanya berpengaruh pada diri sendiri, tetapi juga pada
kelompok. Misalnya saat ditunjuk untuk memimpin barisan maka siswa dengan siap
siaga mengiyakannya.
Jadi, kegiatan ekstra kepramukaan
ini sangat berperan penting dalam membentuk nilai-nilai karakter anggotanya.
Fungsi ekstrakurikuler kepramukaan memainkan peran yang sangat berpengaruh
dalam peningkatan karakter siswa. Upaya kepramuka memberikan nilai-nilai
karakter penting, termasuk disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan,
dan kesadaran sosial di antara anggotanya. Melalui kegiatan, siswa tidak banyak
hanya mengembangkan kompetensi praktis tetapi juga menjalani kultivasi karakter
yang lebih tangguh, yang kemudian mempengaruhi sikap dan perilaku mereka dalam
kehidupan sehari-hari. Dengan kemajuan pengembangan karakter, mereka diharapkan
berkembang menjadi individu yang lebih baik dan memberikan kontribusi yang
konstruktif kepada masyarakat. Akibatnya, pramuka ekstrakurikuler dapat
berfungsi sebagai mekanisme yang sangat efektif dalam pembentukan karakter dan
mentalitas generasi muda yang kompeten.
Penulis, I Wayan Kerti (guru SMP
Negeri 1 Bebandem)